Mengenai Saya

saya adalah seorang pecinta budaya lokal dan penggiat alam bebas . keseharian saya adalah seorang perancang bangunan sederhana dan rekayasa teknik sipil

Senin, 02 Februari 2015

Lelaki Pencari Sunrise



Semua kesenangan ini bermula dari segerombolan mahasiswa Teknik Sipil Universitas Diponegoro yang menggunakan waktu senggangnya bepergian mencari pemandangan. Tempat seperti Parang Tritis menjadi tujuan kami kala itu. Kami tidak begitu paham tentang maksud perjalanan itu, sampai ketika kami sampai di selatan jogja tepatnya jalan ringroad selatan. Pepohonan kelapa dan hembusan angin selatan di waktu menjelang subuh menandakan laut tak jauh dari situ .

Mengendarai sepeda motor bebek lalu lintas pagi buta tidaklah menghambat kecepatan kami menuju selatan jogja. Kala itu spanduk politik tersebar di tepi jalan , Soni si kurus mengajak kami berhenti mencuri spanduk politik tersebut. Kami cukup percaya diri kala itu dan berkeyakinan bahwa spanduk tidaklah baik untuk jalan raya , karena dapat mengganggu pemandangan dan dapat berakibat buruk lainnya. Dua hingga lima spanduk besar sudah kami ambil. Tertawa sambil ugal ugalan di jalan mewarnai hari perjalanan kami.

Sesampainya di salah satu spot Parang Tritis , Spanduk tersebut menjadi alas tidur kami yang lelah berkendara puluhan kilometer dari kota Semarang. Pukul 03.00 hangat mesin sepeda motor mulai hilang , panas tubuh pun menurun di terpa angin laut yang dingin. Yang membuka jaket kembali menggunakan jaket. Tak kami lewati sambil menikmati sebatang rokok.

Tak ada matahari, yang ada cuma bintang di jauhnya angkasa . Semua berbaring sibuk bertanya di dalam diri , sambil berbincang masalah yang sama. Lelah yang hinggap sudah pergi , kami lekas bangun merasakan air laut yang mencoba naik ke daratan.

Itu dia sang Matahari yang hendak muncul lewat pesonanya , warna langit perlahan membiru gelap , lalu membiru terang di sambung cahaya putih kekuningan di timur jauh.

Anak laki laki mencari matahari terbit , penat hilang , dingin hilang dan gelap hilang . Wajah wajah cantik mulai terlihat , paras jogja , paras turis domestik maupun internasional terlihat berbaur menjadi pemandangan favorit.

Ini tidak lah keren dibanding pria dan wanita yang bertemu di suatu pesta taman ,dengan untaian lampu kuning kecil di ranting pohon. Persepsi kami tentang keindahan melampaui kesenangan buatan yang sempurna. Kami tidak berkeyakinan , kami hanya senang begini .

Kesenangan berburu cahaya matahari pagi .

Begitulah kami (boys looking for sunrise).



1 komentar: